awal ketertarikan pada psikologi

Ketertarikan saya pada psikologi bermula pada saat saya di SMA (tahun 1985-1987). Pada saat itu saya senang sekali membaca, terutama koran KOMPAS. Saya membaca rubrik Psikologi yang ada setiap hari Minggu. Pengelola rubrik tersebut pada waktu itu adalah almarhum Bapak M.A.W. Brouwer, seorang psikolog berdarah Belanda. Beliau sangat pandai dalam menganalisa dan menjawab permasalahan yang ditulis para pembacanya. Jawabannya selalu tegas dan lugas, tanpa banyak basa-basi. Itulah yang saya suka dari beliau, sikap tegas dan apa adanya, tidak berusaha untuk membuat orang lain senang apalagi memberikan harapan palsu. Pembaca diajak untuk memikirkan masalahnya sendiri dan berusaha menjawab sendiri 😀 Terkadang saya juga bingung, sebenarnya apa yang dijawab ya… maklum waktu itu saya belum belajar psikologi, hanya terkagum-kagum saja dengan kepandaian Pak Brouwer…

Kalau saya pikir-pikir kembali, sepertinya saya memilih psikologi waktu S1 dulu dengan dasar yang kurang jelas. Kalau saya kaitkan dengan teori James Marcia mengenai teori identitas, saya masuk dalam kategori foreclosure. Jadi saya tidak merasakan adanya krisis, namun saya berkomitmen untuk belajar psikologi. Untungnya walau dengan alasan masuk psikologi yang kurang kuat tadi, saya akhirnya bisa lulus juga …walau penuh dengan perjuangan 😀

Setelah saya masuk S1 Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, saya pun menemukan orang yang mirip dengan karakter Bapak Brouwer tadi. Saya pikir almarhum Bapak Sarlito Wirawan Sarwono, tokoh Psikologi Indonesia, hampir sama … beliau juga sangat cerdas, rajin menulis buku, kalau bicara “blak-blakan”, dan pernah juga menjadi pengelola rubrik psikologi di KOMPAS. Selain itu, ada Bapak Rudolf Woodrow (Budi) Matindas, yang sepertinya keturunan Belanda juga. Beliau juga smart, kalau bicara to the point, dan penampilannya “cool”, idola para mahasiswa …hehe… Akhirnya, saya bertemu juga dengan para idola saya… walau dengan nama dan orang yang berbeda 😀 Alhamdulillah …

Jadi, kalau saya merefleksikan apa yang sudah saya lalui tadi, saya mendapatkan insight bahwa: kita bisa saja mendapatkan inspirasi dari apa saja, dari hal kecil sekalipun. Selain itu, jangan meremehkan kekuatan inspirasi tadi, ternyata hal kecil juga mampu menggerakkan seseorang menjadi sesuatu. Bisa jadi kita mampu menginspirasi orang lain… Aamiin. Jadi, be wise ya 😀

Gambar: wallpaperswide.com

2 pemikiran pada “awal ketertarikan pada psikologi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *