yang muda, yang bijaksana

Apa mungkin ya remaja bisa bijaksana?

Bapak Erikson pada tahun 1959 (dalam Baltes & Staudinger, 2000) mengemukakan bahwa, orang lanjut usia (lansia) berpotensi bijaksana. Hal ini karena lansia sudah lebih banyak “makan asam-garam” kehidupan, sehingga punya pengalaman yang lebih banyak dan pengetahuan yang lebih luas.

Untungnya, hasil penelitian selanjutnya membuktikan bahwa, remajapun bisa bijaksana loh (Pasupathi, Staudinger & Baltes, 2001). Para peneliti ini menemukan bahwa remaja sebetulnya mampu memenuhi kriteria basic level wisdom, yaitu: factual dan procedural knowledge of life.

Factual knowledge of life artinya: remaja yang berpotensi bijaksana, mempunyai pengetahuan dasar dan fakta-fakta dalam kehidupan. Sebagai contoh, ia punya pengetahuan dasar mengenai apa saja karakeristik yang sering muncul pada tahapan usia tertentu, misalnya saja usia remaja. Ia paham bahwa remaja itu masanya mencari identitas dan umumnya masih membutuhkan perhatian. Maka dari itu, remaja senang berkelompok dengan peer group-nya (teman sepermainan).

Selanjutnya, kalau procedural knowledge of life adalah: pengetahuan dan strategi dasar dalam mengatasi masalah. Misalnya, ada remaja mengalami stres karena nilai ujiannya kurang bagus. Nah, apabila ia berpotensi menjadi remaja bijaksana, seharusnya ia mampu mencari jalan keluar dari masalah tersebut. Misalnya, dengan membuat perencanaan belajar yang lebih baik, bertanya pada senior, bertanya pada guru atau dosen mengenai hal yang kurang ia kuasai, dan sebagainya.

Jadi, ternyata bukan hal yang mustahil kan bagi remaja dan orang muda untuk menjadi orang yang bijaksana. Tinggal persoalannya adalah: “Mau ga sih jadi bijaksana?”

Gambar: www.pixabay.com

Sumber bacaan:

Baltes, P. B., & Staudinger, U. M. (2000). Wisdom: A metaheuristic (pragmatic) to orchestrate mind and virtue toward excellence. American Psychologist, 55, 122-135.

Pasupathi, M., Staudinger, U. M., & Baltes, P. B. (2001). Seed of wisdom: Adolescents’ knowledge and judgment about difficult life problems. Developmental Psychology, 37, 351-361.

2 pemikiran pada “yang muda, yang bijaksana”

  1. Setuju, siapa pun (orang tua atau anak muda) punya kemungkinan untuk bijaksana. Apalagi sekarang ada slogan “orang bijak taat pajak”. Ga nyambung, ya?

    1. iya benar sekali Pak 😀 orang bijak pasti mendukung hal baik, apalagi program pemerintah, yang dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat 😀 Terimakasih Pak Reza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *